29 August 2024 00:08
Pasar Kopi Dunia tengah dihadapkan pada masalah tingginya harga biji kopi. Naiknya permintaan kopi dunia yang tidak dibarengi dengan produksi kopi yang memadai, namun di luar masalah itu kopi tak kehilangan pamor dan tetap dicari masyarakat.
Kopi adalah salah satu minuman paling populer di dunia, dengan miliaran cangkir diminum setiap hari. Namun, dibalik secangkir kopi yang nikmat terdapat rantai produksi panjang yang melibatkan petani di seluruh dunia, tak terkecuali di Tanah Air.
Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara maritim, tetapi dunia juga mengenal Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar dunia. Indonesia menjadi penyumbang 6 persen dari kebutuhan kopi dunia.
Bersama dengan Brazil, Vietnam dan Kolombia, keempat negara ini tidak hanya menghasilkan kopi dalam jumlah besar, melainkan terkenal dengan kualitas biji kopi mereka yang tinggi.
Namun, sayangnya angka produksi kopi saat ini belum mencukupi permintaan kopi dunia. Belum lagi dengan krisis iklim dalam beberapa tahun terakhir yang membuat harga kopi semakin tinggi.
Kenaikannya dalam dua tahun terakhir cukup signifikan. Di International Coffee Organization (ICO) melaporkan, harga grosir kopi robusta 17 persen di tahun 2024. Kenaikan ini jadi yang terbesar sejak 1979. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pelaku industri kopi Tanah Air.
Karena, selain memiliki harga jual kopi yang lebih rendah dari pasar global, pengusaha juga tetap harus menjaga kualitas kopi yang dijual ke konsumen, salah satunya Kopi Kapal Api yang merupakan produsen pengelolaan kopi terbesar di Indonesia.
"Harus semakin bijak dalam memilih kopi pilihan mereka. Harus memilih kopi yang benar-benar menggunakan 100 persen biji kopi pilihan, seperti Kapal Api yang sudah puluhan tahun beredar dan melayani masyarakat Indonesia." kata CMO Kapal Api Group, Christeven Mergonoto.
Tidak hanya nikmat diminum, kopi juga memiliki kandungan yang baik untuk tubuh manusia dan berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan daya ingat, menjaga konsentrasi, menjaga mood, mengurangi depresi dan efektif menjaga produktivitas.
Kenaikan kopi dunia diprediksi masih akan terjadi hingga tahun 2025 dan perubahan iklim masih menjadi penyebab utama.