16 February 2023 16:12
PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) meminta pemerintah proaktif dalam mendorong perkembangan pasar, ekosistem baterai dan kendaraan listrik.
Pengembangan ekosistem baterai dan kendaraan listrik untuk roda empat maupun roda dua diperkirakan akan mampu mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM) hingga 23 juta barel per tahun pada 2035. Ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai ini diperkirakan juga akan membutuhkan baterai hingga 94 gWh per tahun.
Direktur Utama IBC Toto Nugroho dalam rapat dengan Komisi VI DPR mengatakan Pemerintah harus proaktif mendorong perkembangan pasar ekosistem baterai dan kendaraan listrik ini, Rabu (16/2/2023). Hal ini cukup strategis agar Indonesia menjadi perantara ekspor kendaraan listrik EV Exporting hub. Produsen kendaraan asal Korea Selatan, Hyundai telah memulai pabrik produksi kendaraan listrik di Indonesia.
IBC juga membangun proyek Battery Energy Storage System (BESS) dengan PLN dan Mind Id untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dari konversi energi terbarukan (EBT). Salah satu pilot plant berada di Bawean, bekerja sama dengan PLN membangun BESS sebagai bagian dari proyek dedieselisasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) PLN di Pulau Bawean, Jawa Timur dan proyek volt akuisisi produsen motor listrik gesits yang didorong menjadi National Champion untuk pengembangan roda dua elektrik di Indonesia karena Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sangat tinggi sekitar 47%.