NEWSTICKER

Kurangi Pencemaran Lingkungan, Unpad Merancang Konsep Kelola Energi Laut

7 September 2022 15:33

Demi meminimalisir pencemaran dan kerusakan lingkungan serta menaggulangi pemanasan global, perlu dilakukan transisi dari energi fosil menjadi energi terbarukan. Peneliti Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Ida Nurlinda, bersama tim merancang konsep pengaturan pengelolaan energi laut yang terbarukan dan berkelanjutan.

Indonesia sebagai negara maritim memiliki kekayaan bahari yang melimpah. Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai penghasil listrik. Secara umum, potensi energi samudera yang dapat menghasilkan listrik dapat dibagi kedalam tiga jenis yaitu energi pasang surut, energi gelombang laut, dan energi panas laut.

Namun kurangnya fokus pada sektor regulasi, yang merupakan hal penting dalam memastikan pembangunan berkelanjutan, mendorong tim peneliti Fakultas Hukum Unpad untuk merancang konsep pengaturan untuk mengelola energi laut terbarukan. Hal ini demi mengurangi penggunaan energi fosil yang berdampak serius terhadap lingkungan.

Salah satunya adalah perubahan iklim dan pemanasan global. Semakin besar aktivitas menggunakan energi fosil maka semakin parah juga pencemaran dan kerusakannya terhadap lingkungan.

"Kita harus berfikir dari kondisi saat ini dimana krisis energi di satu sisi, kemudian juga kerusakan-kerusakan lingkungan, isi-isu lingkungan ini menjadi keperihatinan kita semua", ujar Prof. Ida Nurlinda Peneliti Fakultas Hukum Unpad

Mahasiswa tim peneliti, Yulinda Andharani mengungkapkan, dalam perancangan proses yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan, dengan mengumpulkan data-data yang ada. Dengan penelitian ini, diharapkan transisi energi fosil ke energi terbarukan, bisa tercapai melalui adanya kerangka hukum yang pasti. Sebab hukum yang ada saat ini, belum spesifik membahas pemanfaatan energi terbarukan, meskipun indonesia memiliki potensi besar. 

Ke depannya, konsep ini akan terus dikembangkan dan diharapkan dapat menjadi sumbangsih buah pikir untuk dijadikan bahan pembuatan kebijakan pemerintah.

"Kalau misalnya memang konsep ini dibuat regulasinya diharapkan untuk menanggulangi perubahan iklim itu juba bisa di pakai, karena ini merupakan energi laut yang terbarukan yang Clean atau energi bersih",  ujar Mahasiswa tim peneliti, Yulinda Andharani.