NEWSTICKER

Krisis Ekonomi dan Pengaruh Tiongkok di Srilanka

17 June 2022 16:14

Selama satu setengah dekade Tiongkok memperluas pengaruhnya ke Srilanka dengan berbagai  infrastruktur bagian proyek konektivitas One Belt One Road (OBOR) yang adalah versi modern dari Jalur Sutera. Tetapi dengan krisis ekonomi yang kini melanda Srilanka, justru India yang lebih banyak membantu negara pulau di selatan India tersebut. 

Salah satu proyek raksasa di Srinlanka yang didanai Tiongkok adalah kota pelabuhan di atas lahan reklamasi laut. Kota pelabuhan yang diproyeksikan menjadi hub baru lalu lintas pelayaran armada kapal niaga Tiongkok ini tidak juga menunjukkan kemajuan sesuai harapan.

Kini proyek yang digadang-gadang sebagai New Dubai itu menjadi sumber pengeluaran besar yang membebani keseimbangan keuangan Srilanka. Utang Srilanka dari Tiongkok diperkirakan mencakup sekitar 10?ri total utang luar negeri sebesar $51 miliar. 

Kemarahan warga banyak ditujukan kepada Presiden Gotabaya Rajapaksa dan kakaknya Mahinda Rajapakse yang juga mantan PM Srilanka karena keduanya pendukung kuat proyek raksasa tersebut. Menguatnya resistensi terhadap proyek-proyek yang di danai oleh Tiongkok ini tidak luput dari perhatian India, negara terbesar di Asia Selatan yang mempunyai pengaruh besar terhadap Srilanka.

India merupakan pesaing Tiongkok di kawasan Indo-Pasifik dalam banyak proyek. India janjikan pinjaman kredit senilai USD 3 miliar dan mengirim bantuan makanan, bahan bakar, pupuk dan obat-obatan di tengah kelangkaan di Srilanka. Bagi India, krisis di negara tetangga di selatan membawa angin segar untuk kembali mendekatkan diri setelah lama Srilanka lebih banyak dipengaruhi oleh Tiongkok.