NEWSTICKER

Sistem Pemilu Proporsional Tertutup Dianggap Ancam Demokrasi

4 January 2023 21:38

Gugatan sejumlah politikus ke Mahkamah Konstitusi soal uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu soal sistem proporsional terbuka mengancam demokrasi di Indonesia. Pasalnya, jika gugatan tersebut disetujui MK Pemilu 2024, rakyat tak lagi memilih wakilnya sendiri di parlemen. Namun, hanya mencoblos partai politik di kertas suara.

Sekretaris fraksi Partai NasDem di DPR mengatakan saat ini delapan fraksi di DPR yakni Partai NasDem, Partai Golkar, PPP, PAN, PKB, PKS, Gerindra, dan Demokrat, menolak sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024. Alasannya, sistem pemilu proporsional tertutup mengabaikan demokrasi yang sudah diatur dalam UUD 1945.

Kekhawatiran akan mundurnya demokrasi tak hanya datang dari fraksi di DPR. Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic), Ahmad Khoirul Umam menyatakan sistem pemilu proporsional terbuka mencegah oligarki serta kooptasi yang kuat dari elite parpol.

Adapun wacana sistem pemilu proporsional tertutup disampaikan Ketua KPU Hasyim Asy'ari. Ia memprediksi putusan MK akan mengembalikan sistem pemilu ke proporsional tertutup.

Dalam sistem pemilu proporsional tertutup, parpol akan mengajukan calon legislatif yang disusun berdasarkan nomor urut. Nomor urut ditentukan parpol. Penetapan calon terpilih berdasarkan nomor urut. Jika parpol mendapatkan dua kursi maka calon terpilih nomor urut satu dan dua.