11 October 2022 16:45
Sejumlah fakta penting soal tragedi Kanjuruhan yang merengut ratusan nyawa terkuak. Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menemukan berbagai kejanggalan termasuk memegang sejumlah bukti untuk menguak pihak-pihak yang bersalah. Dalam waktu dekat hasil investigasi akan diumumkan ke publik.
Investigasi yang dilakukan TGIPF dan Mabes Polri atas tragedi Kanjuruhan mengungkap sejumlah fakta penting. Mabes Polri mengungkapkan ada kelalaian yang dilakukan panitia pelaksana pertandingan Arema FC dan Persebaya. dan kelalaian yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru sebagai operator kompetisi Liga 1. Mabes Polri juga menjerat sejumlah perwira kepolisian yang lalai mencegah anggotanya menembakkan gas air mata di lapangan sepak bola untuk mengatasi kericuhan.
Temuan lainnya adalah soal terkuncinya sejumlah pintu di tribun selatan Stadion Kanjuruhan saat kericuhan terjadi. Ratusan orang meregang nyawa akibat berdesak-desakan di sejumlah pintu yang terkunci. Sederet alat bukti di antaranya berupa rekaman kamera CCTV yang telah dipegang TGIPF. Saat ini, TGIPF sedang menggali temuan lain termasuk mendalami fakta-fakta yang sudah ditemukan.
TGIPF juga sedang mencari asal muasal perintah menembakkan gas air mata ke arah massa termasuk penggunaan gas air mata yang kadaluarsa. Dalam investigasinya, TGIPF juga menemukan fakta adanya pihak-pihak yang tetap ngotot laga Arema FC vs Persebaya tetap digelar malam hari.