NEWSTICKER

Kuat dan Ricky Merayu, Vonis Hakim Bisa Layu?

24 January 2023 20:44

Terdakwa Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal dan Ferdy Sambo membacakan nota pembelaan (pleidoi) pada Selasa, (24/1/2023). Apakah nota pembelaan bisa jadi bahan pertimbangan hakim untuk memperingan hukuman mereka?

Pakar hukum pidana Hery Firmansyah mengatakan, agenda pleidoi adalah hak konstitusional yang dimiliki oleh setiap terdakwa. Dalam pembelaan ini akan mengacu pada surat tuntutan jaksa. Selain itu para terdakwa akan menyinggung fakta-fakta dalam persidangan dengan tujuan meringankan hukumannya. Namun, Hery menyebut dalam kasus ini keyakinan jaksa tidak keluar dari tuntutan pembunuhan berencana.

"Dengan fakta persidangan yang telah muncul, keyakinan jaksa tidak keluar dari 340 KUHP," kata Hery Firmansyah.

Kuasa Hukum Ricky Rizal Erman Umar menyebut, pihaknya optimis hukuman Ricky dapat diperingan lantaran peran Ricky dalam pembunuhan berencana masih dalam perdebatan. Ricky bersikukuh mengaku tidak ada yang memerintah mengamankan senjata Brigadir J. Pengamanan senjata itu dilakukan karena inisiatif Ricky agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkkan.

D isisi lain, Kuasa Hukum Kuat Ma’ruf Misbahuddin Gasma menyebut kliennya tidak terlibat dalam skenario itu. 12 tuntutan hakim yang ditujukan ke Kuat merupakan asumsi dari Jaksa. 

“Fakta dari 50 saksi yang dihadirkan dalam persidangan tak ada satupun yang menyebut keterlibatan Kuat Ma’ruf, tak ada bukti lain juga yang mengarah ke situ,” kata Misbahuddin Gasma.

Jaksa menuntut Kuat Ma'ruf dihukum selama 8 tahun penjara. Tuntutan hukuman tersebut sama dengan Ricky Rizal Wibowo dan Putri Candrawathi.
 
Sementara, Ferdy Sambo dituntut hukuman penjara seumur hidup. Sedangkan, Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dituntut penjara selama 12 tahun. Pada perkara tersebut, mereka dinilai terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.