Deretan Fakta Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Riza Aslam Khaeron • 28 April 2026 11:24

Bekasi: Insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, sekitar pukul 20.50 WIB, Senin malam, 27 April 2026. Peristiwa ini melibatkan kereta api (KA) jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Peristiwa tragis tersebut telah menyebabkan puluhan orang luka-luka dan menjadi salah satu kecelakaan kereta api paling memilukan dalam beberapa waktu terakhir.

Berikut ini fakta-fakta sementara yang dihimpun terkait peristiwa KRL ditabrak Argo Bromo:

Diduga Berawal dari Mobil Listrik yang Mogok

Insiden ini diduga dipicu oleh tertempernya sebuah mobil listrik yang mogok di perlintasan sebidang. Hal ini diungkapkan oleh seorang penumpang KRL yang selamat, Andi (42). Ia menuturkan bahwa KRL Commuter Line yang ditumpanginya menuju arah timur sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur saat kejadian.

Saat KRL sedang berhenti, tiba-tiba rangkaian ditabrak dari arah belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.

"Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL," kata Andi di lokasi, seperti dikutip dari Antara, Senin, 27 April 2026.
 

Kecelakaan KA Jarak Jauh dengan KRL Pertama dalam Sejarah Indonesia

Kecelakaan antara KRL PLB 5568A (relasi Kampung Bandan–Cikarang) dengan KA jarak jauh Argo Bromo PLB 4B (relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) ini tercatat sebagai kecelakaan pertama yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL dalam sejarah perkeretaapian Indonesia.

"Kecelakaan antara kereta jarak jauh versus KRL malam ini merupakan kecelakaan pertama dalam sejarah. Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan, sehingga ini tentu ada masalah yang serius di tingkat manajerial yang perlu diaudit," kata pakar transportasi sekaligus pengguna setia KAI, Ki Darmaningtyas, dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.
 

14 Orang Tewas dan 84 Luka-Luka

Hingga pukul 11.00 WIB, Selasa, 28 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyampaikan tujuh orang meninggal dunia dalam insiden tragis itu. Lalu, ada 81 orang luka-luka dan dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat.
 
Baca Juga:
3 Korban Masih Terjepit, Kabasarnas Instruksikan Evakuasi Tanpa Menggeser Gerbong KRL
 

Seluruh 240 Penumpang KA Argo Bromo Anggrek Selamat

Seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang terlibat kecelakaan dipastikan selamat. Tercatat ada 240 penumpang dalam rangkaian kereta jarak jauh tersebut saat insiden terjadi.

“(Sebanyak) 240 penumpang (Argo Bromo) Anggrek semuanya selamat,” ujar Anne Purba di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026.
 

Gerbong Khusus Wanita KRL Tertabrak Paling Parah

Andi menuturkan kepada Antara bahwa gerbong khusus wanita yang berada di posisi paling belakang rangkaian KRL merupakan bagian yang tertabrak secara langsung.

"Yang ditabrak gerbong paling belakang, gerbong khusus wanita itu yang paling belakang," ujarnya.

Tim SAR di lokasi kejadian melaporkan hingga pukul 05.11 WIB, masih terdapat tiga dari tujuh korban yang terjepit di dalam rangkaian gerbong nomor 8 (gerbong khusus wanita). Proses evakuasi masih terus diupayakan secara intensif.

Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara

Imbas dari kejadian ini, PT KAI menutup sementara layanan di Stasiun Bekasi Timur untuk memaksimalkan proses evakuasi. Saat ini, layanan KRL hanya dioperasikan sampai Stasiun Bekasi.

"Sampai pagi ini untuk Stasiun Bekasi Timur itu kami tutup sementara dan KRL layanannya hanya sampai Stasiun Bekasi, supaya evakuasi ini benar-benar bisa kami maksimalkan dalam penyelamatan penumpang," ujar Anne Purba.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)