PPIH Makkah Siap Sambut Kedatangan Calon Haji Gelombang Pertama dari Madinah

29 April 2026 16:00

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIHDaerah Kerja (Daker) Makkah terus mematangkan persiapan untuk menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Saat ini, jemaah gelombang pertama sedang berada di Madinah. Mereka diberangkatkan menuju Kota Suci Makkah pada esok hari, mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi.

Tahap awal pergeseran ini direncanakan sebanyak 12 kelompok terbang (kloter) akan tiba di Makkah secara bertahap, dari pagi hingga sore hari. Total jemaah yang akan bergerak mencapai 4.871 orang. Sementara itu, jemaah gelombang kedua yang terbang langsung dari tanah air dijadwalkan akan mendarat di Bandara Jeddah pada 7 Mei mendatang sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah.

Guna memastikan kenyamanan ibadah jemaah, petugas PPIH Daker Makkah telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung secara komprehensif. Mulai dari layanan transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. Sebanyak 177 hotel yang tersebar di lima wilayah atau sepuluh sektor telah siap digunakan untuk menampung para jemaah.

Selain kesiapan fasilitas, aspek keamanan di Makkah kini menjadi perhatian serius. Sejak 13 April lalu, otoritas keamanan Arab Saudi telah melakukan pengetatan akses secara masif bagi orang-orang yang akan memasuki wilayah Makkah dan area Masjidil Haram. Petugas keamanan setempat rutin melakukan pengecekan acak (random check) terhadap identitas pengunjung. 



Pengetatan keamanan di Makkah dirasakan langsung oleh jurnalis Metro TV, Akmal Fauzi. Saat hendak menuju Masjidil Haram dua hari lalu, ia menyaksikan petugas melakukan pengecekan dokumen secara acak kepada siapa pun yang berada di area tersebut.

"Contohnya ketika saya dua hari lalu ke Masjidil Haram itu dilakukan pengecekan random oleh petugas keamanan. Jadi jika ditemukan jemaah atau orang yang ada di sekitar Masjidil Haram tidak memiliki visa resmi atau visa haji itu akan bisa ditahan," ujarnya, dikutip dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 29 April 2026. 

Menyikapi kebijakan tersebut, petugas PPIH mengimbau dengan tegas agar seluruh jemaah haji Indonesia selalu membawa Kartu Nusuk setiap kali beraktivitas di luar hotel maupun saat menuju Masjidil Haram. Kartu ini merupakan identitas resmi yang wajib dimiliki jemaah selama berada di tanah suci guna memastikan kelancaran mobilitas dan menghindari kendala administratif saat pemeriksaan keamanan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)