23 March 2026 22:10
Situasi lalu lintas di Simpang Gadog, Puncak, Jawa Barat, terpantau ramai lancar di bawah pemberlakuan sistem satu arah (one way) menuju Jakarta pada Senin malam, 23 Maret 2026. Satlantas Polres Bogor telah menerapkan rekayasa ini selama kurang lebih tujuh jam sejak pukul 11.00 WIB untuk mengurai kepadatan arus balik wisatawan.
Penerapan one way bersifat situasional dan akan terus dilakukan selama titik kemacetan di kawasan Cianjur serta Megamendung belum terurai sepenuhnya. Saat ini, fokus petugas masih tertuju pada penumpukan kendaraan yang terjadi di sekitar lokasi wisata Taman Safari dan Taman Mas Bogor.
Rekayasa satu arah yang berlangsung lama ini menyebabkan antrean kendaraan yang cukup panjang di dua jalur utama menuju kawasan atas. Kepadatan terpantau mengular mulai dari Kilometer 47 Exit Tol Ciawi hingga merembet ke jalur-jalur alternatif menuju Puncak Bogor.
Hingga malam ini, tercatat sebanyak 35.796 kendaraan telah meninggalkan kawasan Puncak menuju Jakarta sebagai tanda dimulainya arus balik gelombang pertama. Sebaliknya, arus masuk juga tetap tinggi dengan 31.124 kendaraan yang masih mencoba memasuki kawasan Puncak untuk menghabiskan masa libur Lebaran.
Prediksi Puncak Arus Balik Gelombang Pertama
Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik gelombang pertama akan jatuh pada esok hari, Selasa, 24 Maret 2026. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat sudah harus kembali beraktivitas dan masuk kerja pada 27 Maret mendatang.
Sementara itu, puncak arus balik gelombang kedua diprediksi akan terjadi pada akhir pekan ini, tepatnya tanggal 28 Maret 2026. Masyarakat yang masih berada di kawasan wisata diimbau untuk merencanakan waktu perjalanan kembali agar tidak terjebak dalam kepadatan yang lebih ekstrem.
Polres Bogor terus mengingatkan para pengendara untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melintasi jalur Puncak yang menantang. Selain kesiapan mesin, faktor kelelahan pengemudi juga menjadi perhatian utama guna menekan angka kecelakaan di masa libur panjang ini.