Korban meninggal akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, terus bertambah. Saat ini, sebanyak 68 orang dinyatakan meninggal dunia dan lebih dari 200 orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan data BNPB, Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban jiwa tertinggi, yakni 26 orang. Berikut rincian korban meninggal berdasarkan wilayah:
- Kabupaten Manggarai: 26 jiwa
- Kabupaten Manggarai Timur: 24 jiwa
- Kabupaten Nagekeo: 8 jiwa
- Kabupaten Sikka: 4 jiwa
- Kabupaten Ende: 2 jiwa
- Kabupaten Manggarai Barat: 2 jiwa
- Kabupaten Ngada: 2 jiwa
Dengan demikian, Kabupaten Manggarai dan
Manggarai Timur mencatat jumlah korban meninggal paling tinggi dibandingkan wilayah terdampak lainnya.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Berton SP Pandjaitan mengungkapkan, BNPB terus memantau perkembangan jumlah korban di wilayah terdampak. Data akan diperbarui apabila tim di lapangan menemukan tambahan korban.
"Kami tetap memantau perkembangan jumlah korban ini dan terus kami akan melaporkan ketika nanti ada jumlah korban yang ditemukan," ujar Berton, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Selasa, 18 Agustus 2026.
Tidak hanya korban jiwa, kerusakan signifikan juga terlihat di sejumlah titik. Gempa yang mengguncang pada Sabtu pagi kemarin tidak hanya meratakan bangunan, tetapi juga memicu terjadinta tanah longsor di beberapa titik.
Berdasarkan data sementara, lebih dari 4.500 rumah mengalami kerusakan berat. Sedangkan sekitar 19.000 warga terpaksa mengungsi ke posko penampungan sementara yang tersebar di seluruh wilayah
Flores.
Hingga saat ini, pemerintah telah mengerahkan lebih dari 3.000 personel gabungan dari TNI dan Polri untuk mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
(Lutfia Azzahra)