Basarnas: 24 Korban Tenggelamnya KM Nurul Salsa Masih Hilang

16 July 2026 18:57

Operasi pencarian dan penyelamatan terhadap para korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan. Hingga Kamis, 16 Juli 2026 sore, puluhan orang dilaporkan masih berstatus hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengungkapkan ada ketidaksesuaian pendataan antara manifes resmi pelabuhan dengan realitas di lapangan. Arif merinci hanya 45 orang yang tercatat di dalam manifes. Sementara 21 penumpang lainnya dipastikan tidak masuk dalam daftar manifes resmi, ditambah dengan 8 orang Anak Buah Kapal (ABK).

Hingga proses pendataan di Pelabuhan Benteng sore ini, Basarnas mengonfirmasi bahwa 50 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah yang dievakuasi, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 24 orang lainnya masih dalam proses pencarian.

"Tim SAR gabungan sampai sore hari ini masih melaksanakan pencarian ke-24 orang tersebut," kata Arif dalam Metro Hari Ini, Metro TV, Kamis 16 Juli 2026. 
 


Kronologi Mati Mesin dan Kendala Cuaca

Arif menjelaskan bahwa peristiwa ini bermula dari kerusakan teknis di tengah cuaca buruk. Kapal yang bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar itu mengalami mati mesin pada pukul 11.10 WITA.

Pihak kapal awalnya berupaya melakukan perbaikan mandiri di tengah laut tanpa langsung meminta bantuan.

"Sempat diupayakan perbaikan, namun hingga sore hari mesin tidak kunjung bagus. Akhirnya pada pukul 16.43 WITA, kami baru menerima informasi dari keluarga korban untuk meminta bantuan evakuasi. Cuaca di lapangan ombaknya tinggi karena angin cukup kencang," jelas Arif.

Pengerahan Armada Laut dan Udara

Merespons kondisi tersebut, Basarnas langsung mengerahkan anggota Pos SAR Selayar dengan menumpangi kapal nelayan KLM Harapan Kita untuk menjangkau lokasi yang berjarak sekitar 42 nautical mile dari Pelabuhan Benteng. Operasi ini juga didukung penuh oleh Lantamal Makassar yang menerjunkan KRI untuk melakukan penyisiran sejak Kamis dini hari.

Mengingat luasnya area pencarian dan masih banyaknya korban yang belum ditemukan, armada udara turut diterjunkan.

"Kami berkoordinasi dengan pihak Lanud Sultan Hasanuddin. TNI AU telah memberangkatkan satu pesawat Boeing Intai yang memiliki kamera zoom jarak jauh untuk melakukan pencarian dari udara," tambah Arif.

Sebagai tambahan kekuatan, Basarnas juga memberangkatkan Kapal Negara (KN) SAR Kamajaya dari Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X