Perkembangan Terkini Jatuhnya Pesawat ATR 42-500-Kabar Daerah

Lukman Diah Sari • 22 January 2026 18:12

Jakarta: Perkembangan terbaru kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) terus menjadi sorotan publik. Upaya pencarian yang berlangsung di medan ekstrem Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, akhirnya membuahkan hasil setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan kotak hitam pesawat. 

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kotak hitam pesawat pada Rabu, 21 Januari 2026. Perangkat vital itu ditemukan di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 200 meter di bawah tebing, sebuah area dengan tingkat risiko tinggi dan akses yang sangat terbatas. Proses evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian ekstra mengingat kondisi geografis yang curam dan berbahaya.

Kotak hitam yang ditemukan terdiri dari dua komponen utama, yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR). Kedua perangkat ini merekam data teknis penerbangan serta percakapan di dalam kokpit, yang akan menjadi bahan utama dalam proses investigasi kecelakaan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
 

 

Barang Pribadi Penumpang dan Kru Turut Dievakuasi

Selain kotak hitam, tim SAR juga menemukan sejumlah barang pribadi milik penumpang dan kru pesawat. Di antaranya laptop, ponsel, tas, hingga dokumen pribadi. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dari lokasi kejadian dan diamankan sebagai bagian dari proses pendalaman penyelidikan.

Seiring dengan pencarian puing dan barang bukti, proses identifikasi korban juga terus dilakukan oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Hingga saat ini, dua korban telah berhasil diidentifikasi. Korban pertama adalah seorang pramugari ATR 42-500, Florencia Lorensia Wibisono. Korban kedua merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Deden Maulana.

Sementara itu, bagian tubuh lain yang ditemukan di sekitar lokasi jatuhnya pesawat telah diserahkan kepada tim DVI untuk menjalani proses identifikasi lanjutan. Perkembangan terbaru menyebutkan, tim SAR kembali menemukan enam bagian tubuh tambahan di area pencarian.

Operasi SAR Berlanjut, KNKT Bersiap Dalami Penyebab

Operasi pencarian hingga kini masih terus berlangsung. Berdasarkan data manifes, pesawat ATR 42-500 tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto dengan membawa total 10 orang, terdiri dari tujuh kru dan tiga penumpang.

Dengan ditemukannya kotak hitam, harapan besar kini tertuju pada proses investigasi KNKT. Analisis data dari FDR dan CVR diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi pesawat sebelum kecelakaan, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan insiden fatal tersebut.

Temuan ini menjadi titik penting dalam upaya mengurai penyebab kecelakaan udara yang menelan korban jiwa, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya aspek keselamatan penerbangan di wilayah dengan tantangan geografis tinggi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)