Pekan ASI Sedunia, Pentingnya ASI Eksklusif bagi Bayi dan Ibu

4 August 2026 08:02

Jakarta: Pekan ASI sedunia yang menjadi momentum untuk kembali menegaskan pentingnya pemberian ASI eksklusif  bagi tumbuh kembang bayi sekaligus pemulihan kesehatan ibu. Di balik proses alamiah ini ternyata ada kerangka hukum, data kesehatan hingga kebutuhan infrastruktur yang saling terkait. 


Kebijakan menyusui di Indonesia


Jika kita bahas secara hukum, negara ini sudah memberikan jaminan yang cukup kuat, yang pertama adalah Pasal 12B Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menegaskan bahwa setiap bayi yang lahir berhak mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dapat dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Regulasi ini tidak berdiri sendiri. Pasal 22 Undang-Undang Perlindungan Anak misalnya yang mewajibkan negara ini menyediakan sarana menyusui di fasilitas publik.

Bagi ibu pekerja ada juga Pasal 83 Undang-Undang Ketenagakerjaan yang mewajibkan perusahaan memberikan kelonggaran waktu dan juga fasilitas yang layak untuk menyusui selama jam kerja. Penguatan lebih lanjut juga hadir melalui Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 yang mewajibkan setiap pengelola tempat kerja dan fasilitas publik menerapkan aturan internal pendukung program asis eksklusif sekaligus mendorong terbentuknya tempat kerja yang ramah laktasi. 

Pentingnya laktasi optimal


Dukungan dari regulasi ini sejalan juga dengan bukti ilmiah soal pentingnya laktasi optimal. Ada setidaknya 3 hal yang menjadi alasan mengapa laktasi optimal ini menjadi penting. Secara global praktik ini diperkirakan menyelamatkan 1 hingga 2 juta jiwa bayi setiap tahun dengan menekan angka kematian akibat infeksi pernafasan akut dan diare hingga 50 sampai 95 persen. 

ASI memiliki manfaat yang berlapis karena juga bisa meningkatkan efektivitas imunisasi secara signifikan menggantikan lebih dari setengah cairan tubuh yang hilang serta berkontribusi pada peningkatan kepintaran, intelijensia dan juga kesiapan belajar anak. Dari sisi pertumbuhan, ASI juga tetap menjadi sumber utama kebutuhan nutrisi bayi pada fase awal kehidupannya. 


Manfaat ASI eksklusif bagi ibu


Manfaat ASI tidak hanya bagi anak saja, tapi juga bagi sang ibu. Bagi ibu proses menyusui juga membawa dampak kesehatan yang signifikan.

Pertama soal pemulihan psikologis. Proses menyusui memicu pelepasan hormon oksitosin yang memperkuat ikatan emosional antara ibu dan bayi. Sekaligus juga bisa membantu mengatasi trauma pascapersalinan. Yang kedua juga bisa meningkatkan kesehatan mental yaitu ada ikatan yang terbentuk melalui menyusui yang terbukti bisa mengurangi risiko depresi postpartum dan juga baby blue syndrome. 

Ketiga kalau misalnya secara psikologis proses menyusui ini menurunkan kadar hormon estrogen dalam tubuh ibu yang pada gilirannya ini bisa mengurangi risiko kanker payudara dan juga kanker ovarium. Dengan demikian ASI eksklusif tidak hanya menjadi investasi bagi masa depan anak tapi juga bagian dari proses pemulihan dan penguatan kesehatan ibu pasca melahirkan.

Pentingnya ruang laktasi di area publik


Agar manfaat ini bisa dirasakan secara merata, maka ketersediaan dari ruang laktasi di area publik menjadi faktor penunjang yang tidak bisa diabaikan. Ruang laktasi memberikan privasi dan juga kenyamanan saat ibu menyusui atau memerah asi di luar rumah. Ketersediaan dari fasilitas laktasi ini menjadi sangat penting dan juga menjadi bukti adanya korelasi dengan kondisi fisik dan juga psikologis ibu menyusui yang menjadi lebih baik.

Pemberian ASI eksklusif bukan sekedar pilihan pribadi tapi menjadi hak yang dijamin negara dan kebutuhan kolektif yang perlu didukung bersama.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X