Wajah Baru Perpustakaan Jakarta Cikini Jadi Alternatif Liburan Ramah Anak

12 July 2026 16:14

Perpustakaan tak lagi identik dengan suasana sunyi dan membosankan. Di Perpustakaan Jakarta Cikini, Taman Ismail Marzuki (TIM), masyarakat kini bisa menghabiskan waktu akhir pekan secara gratis dengan beragam aktivitas edukatif dan rekreatif, mulai dari membaca buku, bermain di ruang imersif, hingga belajar merakit robot.

Selama masa liburan, jumlah pengunjung di Perpustakaan Jakarta Cikini meningkat. Sejak pagi, anak-anak bersama orang tua terlihat mengantre untuk masuk. Di dalam perpustakaan, mereka tidak hanya membaca buku, tetapi juga mengikuti sesi mendongeng, menggambar, workshop, hingga mencoba berbagai wahana edukasi yang disediakan.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan perpustakaan kini dikembangkan sebagai ruang publik yang ramah bagi anak dan keluarga.

"Kita sediakan buku-buku anak, ruang imersif tiga dimensi, arena permainan, workshop, kegiatan literasi, hingga robotik yang digelar setiap akhir pekan," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu 12 Juli 2026. 

Perpustakaan ini memiliki belasan ribu koleksi buku anak, mulai dari buku cerita bergambar, ensiklopedia, hingga novel remaja. Pengunjung juga dapat memanfaatkan pojok e-book dan komputer untuk mengakses katalog digital tanpa dipungut biaya.

Salah satu daya tarik utama adalah ruang imersif yang memungkinkan anak-anak melihat hasil gambar mereka ditampilkan secara digital di layar interaktif. Selain itu, tersedia pula kelas robotik yang mengajarkan anak-anak merakit robot sambil belajar konsep teknologi sejak dini.

Salah seorang orang tua pengunjung, Nur Huda, menilai fasilitas gratis tersebut menjadi cara efektif menumbuhkan minat baca anak di tengah maraknya penggunaan gawai.

"Di sini nggak cuma buku, ada immersive studio juga yang gratis. Membaca itu penting banget buat anak. Kalau orang tua suka membaca, anak biasanya ikut tertarik membaca," katanya.

Perpustakaan kini menghadirkan pengalaman yang jauh lebih interaktif. Selain membaca, pengunjung dapat bermain gim edukasi, mengikuti workshop, hingga mencoba berbagai aktivitas kreatif yang dirancang untuk segala usia.

Tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, Perpustakaan Jakarta Cikini juga menyediakan area co-working bagi pelajar dan mahasiswa, serta ruang diskusi yang dapat dimanfaatkan komunitas. Konsep tersebut dihadirkan agar perpustakaan menjadi ruang ketiga setelah rumah dan sekolah, tempat masyarakat dapat belajar, berkreasi, dan berinteraksi bersama secara gratis.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X