Kisah Inspiratif Pendeta Agus, Membangun Asa Anak Pinggiran Semarang

5 April 2026 13:42

Di kota yang terus bergerak, ada kehidupan yang sering luput dari perhatian. Mereka yang berjalan di pinggir, yang suaranya jarang didengar dan keberadaannya kerap dilupakan.

Agus Sutikno memilih untuk mendekat, bukan karena keharusan, melainkan karena ia tak mampu berpaling. Di antara wajah-wajah yang dianggap biasa, ia melihat sesuatu yang berbeda; sesuatu yang tak selalu bisa dijelaskan, namun terasa nyata.
 

Baca juga:

The MIND Journey: Dokumenter Menyingkap Sisi Humanis Tambang Indonesia


Dari ruang sederhana, ia memulai sesuatu yang sering dianggap kecil: belajar, membaca, menulis, dan memahami bahwa dunia lebih luas dari yang mereka lihat setiap hari.

"Anak-anak ini kan oleh masyarakat, khususnya, dianggap sebagai anak-anak yang sangat tidak baik. Ketika saya ke sana dulu itu, bicaranya sudah tidak baik. Puji Tuhan, ketika yayasan ada di tengah-tengah mereka, anak-anak ini berubah, entah dari tingkah lakunya maupun bicaranya. Puji Tuhan, sampai hari ini mereka punya etika," jelas Pendeta Agus.

Perubahan tidak selalu datang dari hal besar, melainkan dari satu keputusan sederhana untuk peduli dan untuk tidak pergi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)