5 April 2026 13:42
Di kota yang terus bergerak, ada kehidupan yang sering luput dari perhatian. Mereka yang berjalan di pinggir, yang suaranya jarang didengar dan keberadaannya kerap dilupakan.
Agus Sutikno memilih untuk mendekat, bukan karena keharusan, melainkan karena ia tak mampu berpaling. Di antara wajah-wajah yang dianggap biasa, ia melihat sesuatu yang berbeda; sesuatu yang tak selalu bisa dijelaskan, namun terasa nyata.
Baca juga:
The MIND Journey: Dokumenter Menyingkap Sisi Humanis Tambang Indonesia |