24 April 2026 16:56
Ibadah haji tidak hanya menguji kesiapan spiritual, tetapi juga ketahanan fisik. Dengan sebagian besar rangkaian ibadah dipenuhi aktivitas berjalan kaki dan paparan panas ekstrem, jemaah perlu memahami cara menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Salah satu risiko utama yang kerap dihadapi adalah dehidrasi dan heatstroke. Kondisi ini dapat berkembang cepat, terutama saat tubuh kehilangan cairan tanpa disadari. Gejalanya mulai dari kelelahan, pusing, kulit kering, hingga gangguan pernapasan dan penurunan kesadaran.
Praktisi Kesehatan Masyarakat, dr Ngabila Salama memperkenalkan konsep sederhana yang mudah diterapkan jemaah, yaitu “Gema, Gerus, dan Gerah”:
Gema (Gerakan Makan)
Jemaah dianjurkan mengonsumsi kurma secara rutin, sekitar 3-5 butir setiap dua jam. Kandungan karbohidrat kompleks dalam kurma membantu menjaga energi tetap stabil dan mencegah penurunan gula darah.
Gerus (Gerakan Minum)
Minum air secara berkala tanpa menunggu haus menjadi kunci utama. Idealnya, jemaah membasahi tenggorokan setiap jam dan menambah cairan elektrolit seperti oralit setiap dua jam untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Gerah (Gerakan Menyemprot Wajah)
Menyemprot wajah atau membasahi tubuh membantu menurunkan suhu dan mencegah tubuh mengalami panas berlebih, terutama saat beraktivitas di bawah terik matahari.
| Baca juga: Mulai Ada Pengecekan, Calhaj Diimbau Selalu Bawa Kartu Nusuk |
Selain menerapkan metode ini, jemaah juga disarankan menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, dan pakaian berwarna cerah untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung. Aktivitas berat sebaiknya dibatasi pada jam-jam terik, khususnya antara pukul 09.00 hingga 17.00.