Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menerjunkan ratusan petugas gabungan untuk melakukan aksi bersih-bersih saluran air secara serentak di 10 kecamatan wilayah Jaksel. Upaya ini guna mengantisipasi ancaman banjir yang kerap melanda saat musim penghujan
Salah satu fokus utama pembersihan dilakukan di Jalan Kapten Tendean, yang selama ini menjadi titik rawan genangan setiap kali hujan deras mengguyur. Petugas dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama tim Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) terjun langsung masuk ke dalam saluran drainase untuk mengangkut tumpukan lumpur serta sampah yang menyumbat aliran.
Selain
sampah organik, petugas juga fokus mengangkat kabel utilitas bawah tanah yang terbengkalai. Kabel-kabel tersebut disinyalir menjadi penyebab utama banjir lokal, karena menghambat laju air dan membuat sampah tersangkut, sehingga drainase tidak berfungsi maksimal.
Pemkot memprioritaskan perbaikan prasarana pada saluran air lokal yang lebih mudah dikendalikan dibandingkan aliran kali besar, guna memastikan dampak hujan deras tidak meluas ke pemukiman warga.
Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar, menjelaskan bahwa kegiatan
kerja bakti Jaga Jakarta ini merupakan respons atas evaluasi genangan yang terjadi pada hari sebelumnya. Pihaknya ingin memastikan saluran-saluran air di lingkungan warga hingga jalan protokol kembali lancar agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
"Kami melaksanakan kerja bakti untuk memastikan tidak ada penyumbatan di saluran air. Fokus kami adalah meminimalisir genangan pada jalur-jalur lokal agar saat hujan turun, aktivitas warga tidak terdampak banjir akibat kendala prasarana sumber daya air," ujar Muhammad Anwar, dikutip dari
Metro Siang Metro TV, Selasa, 13 Januari 2026.
(Aulia Rahmani Hanifa)