BPS Terjunkan 510 Mahasiswa STIS ke Sumatra Bantu Pendataan Pascabencana

15 January 2026 11:51

Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil langkah cepat dalam mendukung upaya pemulihan wilayah terdampak bencana di Pulau Sumatra. Sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS dikerahkan untuk melakukan pendataan lapangan guna menyusun basis data yang akurat pasca-bencana.

Pelepasan ratusan mahasiswa ini dilakukan langsung oleh Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, di kampus Politeknik Statistika STIS, Jakarta Timur. Selain mahasiswa, terdapat 50 personel tambahan yang turut diberangkatkan untuk mendukung kelancaran proses pendataan tersebut.

Pendataan ini akan difokuskan pada 15 kabupaten dan kota di Pulau Sumatera yang mengalami dampak bencana paling parah. Data yang terkumpul nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan rehabilitasi dan rekonstruksi yang tepat sasaran.
 

Baca juga: Cerita Chiki Fawzi saat Menembus Aceh Tamiang: Seperti Kota Lumpur yang Lumpuh

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa para mahasiswa akan bertugas selama kurang lebih dua pekan di lapangan. Tugas utama mereka adalah mengumpulkan data strategis yang akan dibandingkan dengan data prabencana yang sudah dimiliki BPS sebelumnya.

"Mereka akan bertugas kira-kira selama 2 minggu melakukan beberapa pendataan untuk melihat bagaimana kondisi di daerah pasca-bencana," ujar Amalia Adininggar saat prosesi penyematan tanda pengenal kepada peserta.

Dalam prosesnya, tim pendata akan mencocokkan kondisi terkini di lapangan dengan data prabencana, seperti data Potensi Desa (Podes) serta data sosial ekonomi masyarakat lainnya. Perbandingan ini sangat krusial untuk mengukur sejauh mana kerusakan dan perubahan kondisi ekonomi penduduk di wilayah terdampak.

Melalui sinergi ini, BPS berharap hasil pendataan dapat segera diolah menjadi informasi valid yang mendukung proses pemulihan infrastruktur maupun pemulihan ekonomi warga di Sumatera secara efektif dan efisien.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)