Komitmen Pemerintah Perbaiki Desil Anomali

31 August 2026 00:01

Munculnya kasus warga miskin yang terdaftar sebagai golongan mampu memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Kesalahan pendataan status sosial ekonomi atau desil ini menyebabkan hilangnya hak penerimaan bantuan sosial sekaligus memunculkan potensi pencoretan dari daftar penerima subsidi negara.

Keresahan ini salah satunya dialami oleh Bramantyo, seorang pengemudi ojek online di Yogyakarta yang mendapati status desilnya naik secara drastis dari desil 4 menjadi desil 7. Kisah serupa juga dialami Timbul, seorang pengemudi becak yang justru terdaftar di desil 9, padahal ia selama ini sangat mengandalkan bansos rutin pemerintah mulai dari beras hingga uang tunai untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Merespons maraknya protes dari masyarakat yang tingkat kesejahteraannya berbanding terbalik dengan realitas pendataan, pihak Istana segera angkat bicara. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa seluruh keluhan ini menjadi masukan penting untuk dievaluasi demi mencapai akurasi data yang lebih baik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, turut memastikan bahwa pemerintah telah menyuntikkan anggaran triliunan rupiah kepada Badan Pusat Statistik guna menyempurnakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional di tahun depan. Perbaikan data ini menjadi hal yang sangat krusial, mengingat status desil tidak hanya menentukan penerimaan bansos, tetapi juga akan dijadikan dasar utama dalam pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite ke depannya.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X