Plaza Indonesia terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui program pengelolaan limbah yang inovatif. Tim Housekeeping dan Landscape Plaza Indonesia mengolah limbah sisa sayuran dari restoran serta hasil pemangkasan tanaman menjadi pupuk kompos matang.
Pengolahan limbah organik di Plaza Indonesia dilakukan melalui serangkaian proses yang sistematis. Material organik yang terkumpul terlebih dahulu melewati tahap pencacahan untuk memperkecil ukuran bahan. Setelah dicacah, bahan tersebut dicampur dengan cairan EM4 dan larutan gula sebagai aktivator pengurai.
Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup untuk menjalani proses fermentasi selama 21 hingga 30 hari. Hasil dari proses ini adalah pupuk kompos berkualitas yang siap digunakan untuk menyuburkan tanaman di seluruh area pusat perbelanjaan hingga kawasan perkantoran The Plaza.
Dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, program yang telah dimulai sejak awal 2026 ini telah menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga saat ini, Plaza Indonesia telah berhasil memproduksi sekitar 2 hingga 3 kuintal pupuk kompos. Ke depannya, pihak manajemen menargetkan peningkatan kapasitas produksi hingga mencapai 100 hingga 200 kilogram kompos per bulan.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung ekonomi sirkular dan mengurangi volume sampah yang dibuang ke
Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini sejalan dengan ambisi Plaza Indonesia untuk menjadi salah satu pionir mal di Indonesia yang peduli terhadap isu-isu lingkungan global.
"Ini adalah bagian dari rangkaian grup besar kita di environment and sustainability untuk menghasilkan pupuk kompos. Tujuannya adalah mendistribusikan kembali hasil yang ada ke
landscape-landscape di Plaza Indonesia, baik di shopping mall, The Plaza maupun unit bisnis lainnya," ujar Housekeeping & Landscape Plaza Indonesia, Asep Hariyanto.
Melalui inisiatif ini, Plaza Indonesia berharap dapat memberikan inspirasi bagi pelaku industri ritel lainnya untuk mulai memperhatikan pengelolaan limbah secara mandiri dan berkelanjutan demi masa depan lingkungan yang lebih baik.