Udin Ali Nani • 27 January 2026 17:10
Hingga hari ke-18, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, belum sepenuhnya surut. Sebanyak 57 desa yang tersebar di tujuh kecamatan dilaporkan masih terendam.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga satu meter. Tiga wilayah yang terdampak paling parah adalah Kecamatan Juana dengan 17 desa terdampak, Kecamatan Gabus dengan 13 desa terdampak, dan Kecamatan Jakenan dengan 9 desa terdampak.
Di ketiga kecamatan tersebut, sejumlah desa tampak terisolasi. Akses jalan utama tertutup genangan air setinggi 30 hingga 70 sentimeter, sehingga melumpuhkan mobilitas warga.
Salah satu titik terparah berada di Kecamatan Gabus. Di wilayah ini, ketinggian air di permukiman masih mencapai kisaran 31 sentimeter. Sedikitnya 1.545 jiwa terdampak dan lebih dari 400 rumah warga masih tergenang, membuat aktivitas warga lumpuh total.
Baca Juga :
Penyebab Banjir Sulit Surut
Lambatnya proses surutnya air di Kabupaten Pati disebabkan oleh faktor geografis. Desa-desa yang terdampak di sepanjang alur Sungai Juana berada di daerah cekungan.
Kondisi ini diperparah dengan ketinggian permukaan air Sungai Juana yang saat ini lebih tinggi dibandingkan dengan permukiman warga. Akibatnya, debit air terjebak dan sulit mengalir keluar menuju muara.
Selain itu, tingginya curah hujan dalam dua hari terakhir turut memperburuk keadaan. Hujan yang baru saja mengguyur wilayah tersebut membuat warga khawatir ketinggian banjir akan kembali meningkat.