Langit Berwarna Oranye, Kualitas Udara Palangka Raya Berstatus Sangat Berbahaya

14 October 2026 16:29

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, kian memprihatinkan hingga mengubah warna udara menjadi oranye dengan status sangat berbahaya. Kerapatan kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut sejak pagi hari terus memburuk seiring meluasnya titik kebakaran.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Indeks Kualitas Udara di wilayah tersebut menembus angka 2.052, yang menandakan tingkat polusi udara sangat berbahaya.

Hingga saat ini, total luas hutan dan lahan yang terbakar di Kota Palangka Raya telah mencapai 1.444 hektar. Terdeteksi sebanyak 548 titik panas (hotspot) di Kota Palangka Raya, sementara untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan terdapat 11.166 titik panas. BPBD mencatat sejak Juni hingga 13 Oktober 2026, telah terjadi 887 kali peristiwa karhutla di Palangka Raya.
 

Pekatnya paparan asap mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia). Salah seorang warga Palangka Raya, Nono mengungkapkan dampak langsung dari pekatnya kabut asap terhadap kesehatan keluarganya.

"Yang kita rasakan pasti sesak. Kita kayak susah mencari udara yang sehat, juga dampak untuk anak-anak kita yang masih kecil itu sangat-sangat berpengaruh. Begitu juga para lansia, orang tua saya sendiri juga sudah terkena dampak," tutur Nono dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu, 14 Oktober 2026.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X