Waduk Seloromo Surut Akibat Kemarau Panjang, Petani Cabai di Pati Gagal Panen

18 October 2026 14:44

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, selama empat bulan terakhir memicu krisis air yang kian parah di sektor pertanian. Menyusutnya debit air di Waduk Seloromo membuat saluran irigasi ke persawahan terhenti, mengakibatkan sejumlah lahan pertanian mengalami gagal panen total atau puso.

Kondisi memprihatinkan ini salah satunya terlihat jelas di Desa Ngurensiti, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Hamparan tanaman cabai milik para petani di wilayah tersebut tampak layu, meranggas, dan mati akibat ketiadaan pasokan air dari sungai maupun waduk yang telah mengering.

Akibat kekeringan ekstrem ini, para petani cabai tidak bisa memetik hasil panen secara maksimal dan terpaksa hanya memungut sisa-sisa cabai yang masih bisa diselamatkan. Gagal panen di musim kemarau ini membuat para petani harus menelan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah untuk setiap satu kotak lahan pertanian.
 


Operator Waduk Seloromo, Susanto, membenarkan kondisi penyusutan debit air waduk yang terus terjadi secara signifikan akibat penguapan dan ketiadaan curah hujan. "Perkiraan kemungkinan ada penguapan air, jadi untuk volume sendiri tetap berkurang di sekitar tinggal 2.150-an. Kalau sudah di waduk habis, ya sudah," ungkap Susanto.

Menyikapi krisis air yang semakin meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati melaporkan bahwa bencana kekeringan kini telah berdampak pada 75 desa yang tersebar di 14 kecamatan.

Merujuk pada prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi puncak kemarau masih akan berlanjut hingga akhir November, pihak berwenang terus mengimbau seluruh warga untuk menghemat penggunaan air bersih agar ketersediaan air dapat bertahan hingga musim penghujan tiba.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X