NEWSTICKER

Ini Modus Lukas Enembe Cuci Uang Negara yang Dikorupsinya

20 September 2022 17:25

Satu dari 12 temuan PPATK dalam kasus korupsi Lukas Enembe, adalah transaksi senilai Rp560 milyar di rumah-rumah judi di Singapura dan Malaysia. Tetapi temuan tidak serta merta bukti bahwa Gubernur Papua pernah pergi bermain judi di sana.

Merujuk laporan yang diterimanya dari PPATK, Menko Polhukam Mahfud MD mengungkap bahwa ada seseorang bertindak sebagai menager pencucian uang bagi Lukas Enembe. Tetapi lagi-lagi, didapati si menager tidak bermain berjudi dalam menjalankan tugasnya menyamarkan uang negara yang Lukas Enembe korupsi.

"Dia datang ke rumah judi di Singapore, pulang dari sana ditunjukkan 'ini uang saya dapat uang dari judi'. Padahal itu uang yang dibawanya sendiri dari Indonesia. Dia hanya datang ke kasino, nggak main judi juga. Itu contoh temuan PPATK," ungkap Mahfud MD kepada Metro TV, Selasa (20/9/2022).

Modus operandi demikian berkaitan dengan aturan penyetoran uang di bank-bank di Indonesia. Bahwa untuk setiap setoran senilai lebih dari Rp100 juta, pihak pemilik dana wajib menyebutkan asal muasal dana tersebut dimilikinya. Di dalam laporannya, PPATK secara detail mencatumkan tanggal transaksi dan penerima tranfer dana.

Laporan mengenai modus operandi si menager pencucian uang di atas, Mahfud MD akui diterimanya dari pimpinan PPTAK periode sebelum ini. Ketua PPATK Ivan Yustiavandana yang adalah salah seorang yang menyelidiki kasus Lukas Enembe, bahkan mengungkap bahwa modus 'pura-pura judi' tersebut bukan pertama ditemukan di Papua.

Lebih lanjut Mahfud MD menegaskan, bahwa keputusan KPK kenakan status tersangka kepada Lukas Enembe sudah didasarkan kepada fakta hukum. Ada uang negara senilai ratusan milyar yang kini bermasalah dan harus Lukas Enembe pertanggungjawabkan dalam kapasitasnya selaku Gubernur Papua. 

"Bagi yang menolak (status tersangka untuk Lukas Enembe) dan katakan kriminalisasi, coba jelaskan secara logika tentang uang-uang ratusan milyar itu. Jelaskan salahnya pemerintah di mana? Kita adu data," tantang Mahfud.