NEWSTICKER

Pendidikan Karakter Dianggap Mendesak untuk Meredam Kekerasan di Sekolah

22 September 2022 11:50

Ironis, kasus kekerasan marak terjadi di sekolah hingga berujung maut. Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia gawat darurat pendidikan karakter. Psikolog Anak Novita Tanri mendesak pemerintah untuk serius menerapkan pendidikan karakter berupa integritas, disiplin, dan kepedulian. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan efek jera. 

"Karena ini (pendidikan karakter) tidak mungkin bisa dilakukan tanpa ada peran pentingnya pemerintah memperlihatkan keseriusannya. Lalu, pemerintah harus memberikan efek jera, sanksi hukum terhadap sekolah yang tidak mengetatkan aturan kepada anak-anak didiknya," ujar Novita. 

Dengan adanya pendidikan karakter, anak didik dapat melatih olah pikir untuk membedakan hal yang benar atau salah, serta dapat melatih olah emosional. Selain itu, pendidikan karakter juga harus dikelola dari rumah dengan peran orang tua. 

"Sebenarnya, keseharian kita di dalam rumah untuk punya olah pikir atau literasi anak-anak (harus) dari orang tua untuk memberikan contoh. Bahwa, kemampuan untuk berpikir dan membedakan yang benar dan yang salah itu dilatih sejak dini. Lalu, olah hati atau emosional, karena ini penting sekali," ujarnya melanjutkan. 

Novita menegaskan, sekolah juga harus berbenah diri dalam memperbaiki sistem dan pengawasan terhadap anak-anak didiknya agar kasus serupa tidak kembali terjadi. Pelaku dan korban kekerasan juga harus diberi psikoterapi yang tepat, agar tidak menjadi pelaku dalam kasus selanjutnya.