10 October 2022 09:25
Sepekan pasca tragedi kanjuruhan KontraS dan koalisi masyarakat sipil mengumumkan 12 hasil investigasi. Kesimpulan awal diduga telah terjadi mobilisasi aparat keamanan.
Koalisi masyarakat sipil tragedi kanjuruhan yang beranggotakan dua lembaga bantuan hukum Kota Malang, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) serta Lokataru memaparkan 12 temuan awal kasus tragedi Kanjuruhan.
Investigasi yang dilakukan selama satu minggu dengan mengumpulkan 24 korban dan saksi mata, ditemukan adanya pengerahan aparat keamanan atau mobilisasi yang dilakukan di pertengahan babak pertandingan.
"Pengerahan aparat keamanan atau mobilisasi berkaitan dengan aparat keamanan yang membawa gas air mata itu dilakukan pada tahap pertengahan babak kedua, padahal dalam situasi saat itu tidak ada ancaman atau potensi gangguan keamanan" jelas Kepala Divisi Hukum KontraS, Andi Muhammad Rizaldi.
KontraS juga menilai aparat kepolisian merespon secara berlebihan turunnya suporter ke lapangan untuk memberikan dukungan dengan mengerahkan aparat keamanan, sehingga terjadi indak kekerasan.