Kualitas Udara Bulukumba Sulsel Memburuk, Kasus ISPA Meningkat 3 Kali Lipat

27 October 2026 21:42

Bulukumba: Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, dan memperburuk kualitas udara. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di wilayah tersebut mencapai 154, sementara kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dilaporkan meningkat hingga tiga kali lipat.

Sebagai informasi, KLH menetapkan lima tingkatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berdasarkan dampaknya terhadap kesehatan, yakni skor 0-50 (Baik), 51-100 (Sedang), 101-200 (Tidak Sehat), 201-300 (Sangat Tidak Sehat), dan di atas 300 (Berbahaya).

“Iya, saat ini udara di Kabupaten Bulukumba menurut analisis kami dari segi kesehatan itu sudah sangat tidak sehat. Bukan tidak sehat lagi, sudah sangat tidak sehat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba Amrullah dikutip dari tayangan Primetime News Metro TV, Selasa 27 Oktober 2026. 

Asap yang menyelimuti Bulukumba diduga berasal dari kebakaran lahan di wilayah setempat dan asap kiriman dari Kalimantan yang terbawa angin. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Sementara itu, penanganan karhutla di Sulawesi Tengah terus diperkuat. Berdasarkan data terkini, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Poso dan Sigi.

Kepala Operasi Karhutla Kombes Pol. Mikael P.S. Sitanggang mengatakan personel kepolisian, termasuk Brimob, telah dikerahkan untuk membantu penanganan kebakaran di Poso. Penanganan juga dilakukan di wilayah Sigi melalui Operasi Aman Tinombala 2026.

“Yang terakhir kemarin itu ada di daerah Poso. Itu lumayan besar dan beberapa anggota kita, juga Brimob, sudah kita turunkan untuk membantu Polres. Dan saat ini juga ada di daerah Sigi,” ujar Mikael.

Di Sulawesi Barat, kabut asap pekat juga terlihat di sepanjang Jalan Trans Polewali Mandar. Kondisi tersebut mengganggu jarak pandang pengendara sekaligus memengaruhi kualitas udara yang dihirup masyarakat.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X