Merapi Muntahkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter ke Arah Kali Boyong

27 September 2026 08:23

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan peningkatan. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) merekam adanya awan panas guguran yang mengarah ke sektor selatan pada Sabtu malam, 26 September 2026 sekitar pukul 20.34 WIB.

Berdasarkan data seismogram BPPTKG, gelombang luncuran awan panas tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 48,66 milimeter dengan durasi mencapai hampir 130 detik.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Kristian Ade, mengonfirmasi luncuran material vulkanik tersebut mengarah ke alur sungai di sektor selatan.

"Kita mendapatkan laporan dari BPPTKG Yogyakarta bahwasanya terjadi awan panas guguran pada pukul 20.34 WIB yang mengarah ke selatan ataupun Kali Boyong," ungkap Kristian dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu 27 September 2026.
 



Lebih lanjut, Kristian merinci bahwa jarak luncur awan panas tersebut mencapai radius 2.000 meter atau 2 kilometer dari puncak kawah. Meski jarak luncur cukup jauh, ia memastikan hal ini belum berdampak signifikan terhadap wilayah permukiman penduduk di sekitar lereng.

"Untuk dampak di wilayah Kabupaten Magelang sampai dengan saat ini tidak ada dampak, baik hujan abu vulkanik ataupun kebakaran pada vegetasi yang terdekat dari Merapi," ujarnya.

Menyusul peningkatan aktivitas ini, petugas gabungan terus bersiaga dan mengimbau warga setempat maupun wisatawan untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius bahaya yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X