31 January 2026 21:45
Kisah menyentuh datang dari Kulon Progo, Yogyakarta. Seorang siswi kelas 3 SD, Ariendra Ralea Irgantari (9), terpaksa membawa adiknya yang berusia 4 tahun, Ravan Elkaraka Faturahman, ke sekolah setiap hari. Hal ini dilakukannya karena sang ibu, Rubianti, yang tengah menjalani perawatan kemoterapi akibat kanker payudara, tidak dapat menjaga adik kecilnya selama ia berobat.
Ariendra mengaku tidak merasa terganggu atau kesulitan, meski harus membawa adiknya ke sekolah setiap hari. "(Membawa adik ke sekolah) senang, engga keberatan, saya juga enggak merasa terganggu," ujarnya.
Selama di sekolah, Revan sang adik tampak tenang. Jika merasa bosan di dalam kelas, ia akan bermain di teras sekolah tanpa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. Kehadiran Revan justru menjadi sarana bagi siswa lain untuk belajar tentang arti empati dan kepedulian terhadap sesama.
Sudah beberapa pekan terakhir, pemandangan Ralea yang duduk di bangku kelas didampingi adiknya menjadi hal yang biasa di SDN Gembongan. Beruntung, pihak sekolah memberikan kebijakan khusus atas dasar kemanusiaan.
Kepala SDN Gembongan, Priastuti Komarul, mengungkapkan bahwa pihaknya mengizinkan hal tersebut agar Ralea tetap bisa mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan tanggung jawabnya membantu keluarga.
"Ibunda Ralea terdeteksi kanker payudara dan harus menjalani kemoterapi serta radioterapi selama enam bulan. Saat harus berobat ke rumah sakit, tidak ada yang menjaga adiknya di rumah. Ralea tidak mau absen sekolah karena takut ketinggalan pelajaran, jadi solusinya sang adik ikut ke sekolah," ujar Priastuti.
| Baca juga: Ratusan Orang di Barcelona Bentangkan Poster Raksasa Hind Rajab dalam Aksi Pro-Palestina |