Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan klaim bahwa konflik bersenjata dengan Iran akan segera menemui titik terang pada pekan depan. Namun, pernyataan tersebut langsung disambut dengan kecaman tajam dari otoritas militer Iran yang menyebut Trump sebagai pemimpin yang tidak dapat dipercaya.
Dalam pernyataan terbarunya, Donald Trump mengeklaim bahwa kesepakatan untuk mengakhiri agresi terhadap Iran sudah berada di depan mata. Saat ditanya mengenai kemungkinan pengerahan pasukan darat, Trump tidak memberikan jawaban pasti tapi mengisyaratkan adanya opsi lain.
"Saya memperkirakan akan ada kesepakatan di Iran minggu depan," ujar Trump singkat.
Meski Trump bicara soal kesepakatan, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Dilaporkan sebanyak 2.500 personel marinir Amerika Serikat telah tiba di Timur Tengah. Kehadiran pasukan elite ini diduga kuat merupakan persiapan untuk memperkuat posisi AS dalam agresi terhadap Iran.
Reaksi Keras Markas Besar Khatam al-Anbiya
Klaim Trump tersebut langsung dimentahkan oleh Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari. Dengan nada bicara yang sangat keras, Zolfaghari menjuluki Trump sebagai "presiden paling tidak jujur di dunia" dan mengingatkan AS untuk tidak gegabah melakukan invasi darat.
"Kami meminta Amerika Serikat mempelajari sejarah. Jangan sampai pengiriman pasukan darat ke Iran berubah menjadi misi bunuh diri," tegas Zolfaghari.
Dalam pernyataannya, Zolfaghari melontarkan tuduhan personal yang sangat tajam terhadap Trump. Ia menyebut Trump tidak memiliki stabilitas intelektual dan telah menjadi pion kepentingan zionis akibat tekanan eksternal.
"Presiden AS yang didorong tekanan organisasi teroris Mossad, yang memanfaatkan latar belakangnya dalam kasus Epstein, telah menjadi pion Perdana Menteri rezim zionis dalam agresi terhadap Iran. Keputusan-keputusan yang tidak menentu dan keliru ini menjerumuskan militer AS ke dalam kematian," ujar Zolfaghari.
Iran turut menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima kesepakatan yang hanya bersifat jeda atau gencatan senjata sementara. Teheran menuntut agresi militer Amerika Serikat dan sekutunya harus berhenti secara total di seluruh wilayah terdampak.