Perampokan Sadis di Menteng Hasil Rekayasa, Pelaku Merupakan Rekan Kerja

20 June 2026 16:55

Misteri perampokan sadis yang menimpa seorang CEO perusahaan IT di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap. Polres Metro Jakarta Pusat berhasil membongkar bahwa insiden tersebut bukanlah perampokan oleh orang asing, melainkan sebuah aksi yang direkayasa. 

Tersangka diketahui merupakan seorang perempuan berinisial T. Mirisnya, T adalah rekan kerja korban yang menjabat sebagai komisaris di perusahaan IT yang sama.

Polisi berhasil mengungkap fakta bahwa insiden yang menimpa korban berinisial MHA di kediamannya pada Selasa, 16 Juni 2026 dengan metode scientific investigation.


 




Aksi percobaan pembunuhan yang dikemas seolah-olah perampokan ini terbongkar setelah polisi menemukan berbagai kejanggalan dalam keterangan T.

"Didapatkan beberapa inkonsisten dari keterangan saksi dengan barang bukti maupun keterangan saksi lainnya yang kita periksa. Kemudian kita temukan ternyata bahwa keterangan awal dari saksi yang ada di TKP pertama itu adalah atau saudari T itu kita duga palsu," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus, AKBP Roby Heri Saputra, dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Sabtu 20 Juni 2026.

Awalnya T melaporkan telah terjadi aksi perampokan dilakukan oleh dua pria yang tidak dikenal masuk melalui lantai atas rumah. T yang saat itu tengah berada di ruang kerja di lantai satu mendapati korban sudah bersimbah darah di lantai dua. T mengaku dipaksa membuka brankas dan membawa kabur emas batangan seberat 500 gram. 

"Kami temukan ternyata bahwa tidak adanya dua orang yang masuk ke dalam rumah melainkan pelaku dari penganiayaan yang dilakukan kepada saudara MHA itu ternyata dilakukan oleh saudari T sendiri," kata Roby.

Motif pelaku tega ingin menghabisi nyawa korban karena dendam dengan perkataan kasar yang selalu terucap dari mulut korban ketika bekerja bersama. Akibat perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal berlapis tentang percobaan pembunuhan dan perampokan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. 

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)