22 January 2026 20:13
Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) terpilih, Fatimah Azzahra, mengungkap adanya teror yang dialami dirinya bersama sejumlah mahasiswa UI usai Pemilu Raya BEM UI 2026. Teror tersebut dinilai serius karena tidak hanya menyasar pengurus terpilih, tetapi juga keluarga dan lingkar terdekat mereka.
Fatimah menjelaskan, teror pertama kali terjadi pada 14 Januari 2026 malam. Saat itu, akun WhatsApp milik ayahnya diretas dan digunakan untuk mengirim pesan bernada ancaman yang ditujukan kepada Fatimah. Pesan tersebut bahkan disebarkan ke sejumlah grup, mulai dari grup keluarga, grup RT, hingga lingkungan kerja sang ayah.
“Pesan ancaman itu dikirimkan dari akun WhatsApp ayah saya yang diretas,” ujar Fatimah.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Ketua BEM UI terpilih, Yatalathof Ma'shum Imawan, juga mengalami upaya peretasan akun pribadi. Namun, upaya tersebut berhasil digagalkan.
| Baca juga: Amnesty International Minta Pemerintah Usut Pelaku Teror Aktivis BEM UI |