21 January 2026 19:52
Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda surut. Sejumlah desa masih terisoliasi selama lebih dari satu bulan, menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan perekonomian warga terganggu.
Hingga Selasa, 20 Januari 2026, banjir masih merendam jalur utama keluar-masuk Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Desa Sidomulyo diketahui menjadi salah satu dari puluhan desa yang terisoliasi dengan lebih dari 500 rumah terendam banjir. Kedalaman air bervariasi mulai dari 30 hingga 80 sentimeter, menyebabkan warga hanya dapat beraktivitas menggunakan perahu.
BPBD Kabupaten Lamongan mencatat masih ada 44 desa yang tersebar di lima kecamatan dan masih terendam banjir. Kondisi ini menyebabkan sebagian besar warga mengalami hambatan serius dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kepala Desa Sidomulyo, Dwi Bagus Saputro, mengatakan banjir yang berkepanjangan membuat aktivitas warga lumpuh total, termasuk sektor perekonomian. Pendapatan warga yang bergantung pada perdagangan, pertanian, dan tambak budidaya ikan kini terhenti sepenuhnya akibat kawasan terendam.