Intip Percetakan Al-Qur'an Terbesar di Dunia di Madinah

12 June 2026 07:58

Di Kota Madinah, Arab Saudi, berdiri King Fahd Glorious Quran Printing Complex, pusat percetakan Al-Qur'an terbesar di dunia yang menjadi salah satu tujuan edukatif bagi para jemaah haji.

Kompleks ini dikenal sebagai pusat produksi mushaf Al-Qur'an, yang didistribusikan ke berbagai negara sebagai bagian dari upaya penyebarluasan kalam Allah kepada umat Islam di seluruh dunia.

 
Diresmikan pada 1985, King Fahd Complex mampu memproduksi hingga 18 juta eksemplar Al-Qur'an setiap tahun. Dengan dukungan lebih dari 1.000 pekerja dan tenaga ahli, kompleks ini mencetak mushaf dalam berbagai ukuran dan edisi.
 
Jemaah yang berkunjung dapat melihat secara langsung seluruh proses produksi Al-Qur'an, mulai dari penyusunan naskah, pencetakan, penjilidan, hingga pemeriksaan akhir. Setiap mushaf melalui proses verifikasi berlapis yang memadukan teknologi modern dengan pengawasan ketat para ahli dan hafidz Al-Qur'an untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam teks suci.
 
Selain menjadi pusat percetakan, kompleks ini juga memiliki museum dan galeri yang menampilkan sejarah penulisan Al-Qur'an, koleksi naskah bersejarah, hingga terjemahan Al-Qur'an dalam puluhan bahasa.
Salah seorang jemaah haji asal Indonesia, Masitoh, mengaku terkesan dengan fasilitas yang ada di kompleks tersebut. Menurutnya, pengunjung tidak hanya dapat melihat proses pencetakan Al-Qur'an, tetapi juga mempelajari sejarah penerjemahan Al-Qur'an, termasuk dalam bahasa Indonesia.
 
"Ada sejarah-sejarah Al-Qur'annya, ada sejarah terjemahan Indonesia juga. Amazing," ujar Masitoh dalam tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Jum'at 12 Juni 2026.
 
Kesan serupa disampaikan jemaah lainnya, Verawati. Ia mengaku kagum melihat besarnya kompleks percetakan Al-Qur'an yang selama ini hanya diketahui melalui cerita dan dokumentasi.
 
"MasyaAllah luar biasa besar banget," kata Verawati.
 
Bagi jemaah haji Indonesia, kunjungan ke King Fahd Complex menjadi pengalaman edukatif sekaligus spiritual. Kehadiran pusat percetakan ini memberikan gambaran tentang besarnya upaya menjaga kemurnian Al-Qur'an dan menyebarluaskannya dari Madinah kepada umat Islam di seluruh penjuru dunia.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)