.
Paus Leo XIV menyerukan pesan perdamaian dan kemanusiaan bagi warga Gaza saat memimpin Misa Natal pertamanya di Basilika Santo Petrus, Vatikan, pada Jumat, 26 Desember 2025. Dalam khotbahnya, pemimpin umat Katolik dunia tersebut menyoroti penderitaan korban perang dan mendesak diakhirinya konflik melalui jalur dialog yang konstruktif.
Misa Natal yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh ribuan umat Katolik yang datang dari berbagai negara untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus. Paus Leo XIV menjadikan momen sakral ini untuk mengenang kerapuhan manusia yang tercermin dalam kondisi para pengungsi di seluruh dunia.
Secara khusus, Paus menyinggung nasib tragis warga Gaza yang kini terpaksa bertahan hidup di tenda-tenda darurat di tengah cuaca ekstrem. Ia menggambarkan betapa sulitnya situasi mereka yang harus terpapar hujan, angin, dan udara dingin selama berminggu-minggu akibat konflik berkepanjangan.
Pemimpin Gereja Katolik ini menekankan bahwa kelahiran Yesus adalah simbol solidaritas bagi mereka yang menderita akibat kekerasan. Ia mengajak seluruh umat untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama yang menjadi korban ambisi dan egoisme politik.
Menurut Paus, perdamaian dunia hanya akan tercipta apabila negara-negara yang bertikai bersedia menghentikan ego sektoral mereka. Ia menegaskan pentingnya menghentikan monolog dan mulai saling mendengarkan demi menghormati nilai-nilai kemanusiaan sesama.
Seruan ini menjadi penanda kuat komitmen Paus Leo XIV dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan global pada masa kepemimpinannya yang baru. Pesan damai dari Vatikan diharapkan mampu mengetuk hati para pemimpin dunia untuk segera mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan krisis.
(Daffa Yazid Fadhlan)