Timothy Ronald Tak Lagi di Jajaran Direksi Akademi Crypto, Ada Apa?

8 January 2026 11:59

Jakarta: Dunia investasi aset digital Indonesia tengah digemparkan oleh kabar hilangnya nama Timothy Ronald, figur yang dikenal luas sebagai “Raja Kripto” Indonesia dari jajaran direksi PT Uang Digital Indonesia (PT UDI), perusahaan yang menaungi Akademi Crypto. Perubahan struktur kepemimpinan ini sontak memicu spekulasi luas di kalangan investor, anggota komunitas, hingga warganet.

Perubahan Struktur Direksi Terungkap di Awal 2026

Informasi ini mencuat setelah akun Instagram Skyholic888 mengunggah data profil perusahaan terbaru per Januari 2026. Dalam dokumen tersebut, Timothy Ronald yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur tidak lagi tercantum. Posisi tersebut kini diisi oleh Zafrinalendra.
 

Selain itu, terjadi pula pergantian pada jajaran komisaris. Kalimasada yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris, kini digantikan oleh Melianus Lunima. Pergeseran ini tercatat dalam data resmi Administrasi Hukum Umum (AHU).

Viral dan Picu Spekulasi Publik

Perombakan mendadak ini dengan cepat menjadi perbincangan hangat di media sosial. Sejumlah netizen menduga adanya “manuver” tertentu di balik perubahan struktur kepengurusan tersebut. Bahkan, muncul spekulasi bahwa pergantian direksi dilakukan untuk mengantisipasi potensi persoalan hukum di masa mendatang yang bisa menyeret nama para pendiri awal platform.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Timothy Ronald maupun manajemen Akademi Crypto terkait alasan di balik perubahan tersebut. Ketiadaan klarifikasi ini semakin memperbesar ruang spekulasi di ruang publik.

Kekhawatiran soal Masa Depan Akademi Crypto

Hilangnya nama Timothy Ronald dari struktur resmi perusahaan memicu kekhawatiran di kalangan anggota komunitas. Pasalnya, sosok Timothy selama ini dianggap sebagai wajah utama sekaligus representasi Akademi Crypto. Perubahan ini dinilai berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap arah bisnis, keberlanjutan edukasi, serta rekomendasi investasi yang selama ini diberikan platform tersebut.

Sejumlah pengamat hukum dan bisnis menilai masyarakat perlu bersikap lebih hati-hati dan menunggu penjelasan resmi. Tanpa klarifikasi yang jelas, kondisi ini berisiko memicu Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD), fenomena yang kerap muncul di dunia investasi digital.
 

Meski dinamika kepemimpinan merupakan hal yang lazim dalam perusahaan rintisan berbasis teknologi, para pengamat menekankan bahwa transparansi tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik dan integritas perusahaan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)