Kabut Asap Karhutla Kepung Sampit, Kualitas Udara Capai Level Berbahaya

4 September 2026 15:06

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyebabkan kabut asap pekat menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi udara di wilayah tersebut dilaporkan memburuk hingga masuk dalam kategori membahayakan kesehatan pada Jumat, 4 September 2026.

Dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 4 September 2026, berdasarkan data aplikasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kota Sampit pada pukul 09.00 WIB menyentuh angka 357 PM10. Angka ini menunjukkan bahwa polusi udara berada pada level Berbahaya dan berisiko tinggi bagi pernapasan.

Kabut asap tebal tersebut tidak hanya menutupi jalan-jalan protokol, tetapi juga menyelimuti alur perairan Sungai Mentaya. Selain jarak pandang yang terbatas, warga mulai mengeluhkan bau asap yang menyengat dan mengganggu aktivitas luar ruangan.

Meski kondisi udara mengkhawatirkan, sejumlah pedagang UMKM di kawasan Taman Kota Sampit terpaksa tetap berjualan. Mereka mengaku merasakan dampak langsung secara fisik, seperti mata perih dan sesak napas.
 

“Napas kurang enak. Matanya agak perih juga. Tapi biarpun asap kayak gini, tetap aja jualan. Soalnya kan emang ini mencari pencarian kami setiap hari. Cuma hari ini tetap panas tetap, sekarang pun asap tetap juga. Tapi ya ini pencariannya,” ujar Dewi, salah seorang pedagang setempat.

Hal senada disampaikan oleh Agan, pedagang lainnya, yang tetap memilih membuka lapaknya meski kepulan asap sangat tebal. Kondisi ini memaksa warga untuk terus waspada dan menggunakan masker saat beraktivitas demi meminimalisir risiko kesehatan akibat terpapar polusi asap karhutla.

“Kabut asap sangat pekat. Namanya kita jualan ya gimana mau gitu kan, biarpun kabut asap pekat gitu. Emang sudah usaha kan, memang kita jalankan,” ujar Agan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X