12 March 2026 00:07
Dalam upaya menyongsong Indonesia Emas 2045, nilai-nilai kearifan lokal kembali diangkat sebagai fondasi karakter bangsa. Salah satunya adalah falsafah masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, yaitu 'Mahamen Mambesei, Jukung Bahantung', yang menekankan pentingnya kerja keras dan kejujuran dalam berikhtiar.
Mantan Gubernur Kalimantan Tengah sekaligus anggota DPD RI, Dr. Agustin Teras Narang, menjelaskan bahwa secara harfiah, pepatah ini berarti 'malu mendayung perahu yang sedang tergantung' atau tidak berada di atas air. Menurutnya, ungkapan ini merupakan tamparan bagi mereka yang suka berpura-pura sibuk namun tidak membuahkan hasil nyata.
"Malu kita kalau mendayung perahu yang sedang tergantung. Perahu itu seharusnya berada di atas air, dan menjadi tugas kita untuk mendayungnya jika ingin maju. Sama halnya jika ingin berhasil, kita harus benar-benar berusaha," ujar Teras Narang dalam program Mutiara Hikmah Nusantara.
| Baca juga: 'Ngimpi Piak Jari Nyata Lamun Side Bani', Pesan Keberanian Mewujudkan Mimpi dari Sasak |