Presiden Prabowo Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan di Momentum Nuzulul Quran

10 March 2026 21:45

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Nuzulul Quran sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan nasional. Dalam acara yang digelar di Istana Kepresidenan pada Selasa malam 10 Maret 2026, ia menekankan pentingnya meresapi nilai-nilai Al-Qur'an di tengah ancaman dunia yang penuh ketidakpastian.

Presiden menilai kondisi global saat ini semakin berbahaya karena banyak pemimpin negara besar yang belum maksimal dalam menjaga perdamaian dunia. Menghadapi situasi yang penuh risiko tersebut, bangsa Indonesia didorong untuk menggalang persatuan demi melindungi segenap tumpah darah. Ia juga meyakini bahwa dengan tekad dan komitmen yang teguh, segala cita-cita bangsa Indonesia akan dapat tercapai.

"Kita perlu untuk menggalang persatuan di antara kita, menggalang kerukunan di antara kita, untuk menghadapi keadaan penuh ketidakpastian ini, untuk menghadapi keadaan yang penuh bahaya ini," tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Sebagai kepala negara, Prabowo menyatakan komitmennya untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang perbedaan suku, ras, maupun agama. Tugas utama pemerintah di bawah kepemimpinannya adalah mengurus, merawat, dan memastikan keselamatan setiap warga negara.
 

Baca juga:
Presiden Prabowo Gelar Nuzulul Quran di Istana Negara

"Tugas saya sebagai Presiden Republik Indonesia adalah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia, seluruh rakyat Indonesia," ucapnya.

Parbowo juga menekankan tanggung jawab kepemimpinan. Ia menambahkan bahwa upaya menjaga perdamaian adalah prioritas tertinggi yang sedang ia kerjakan bersama para pembantunya di kabinet.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia tetap pada jalur diplomasi yang menghormati kedaulatan semua negara dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri pihak mana pun. Kebijakan ini merupakan amanat pendiri bangsa serta ajaran guru-guru agama yang mengutamakan jalinan persahabatan dengan semua kekuatan dunia.

Namun, ia mengingatkan bahwa perdamaian dan kesejahteraan tidak akan jatuh begitu saja dari langit tanpa adanya ikhtiar serta kerja keras yang nyata. Perdamaian sejati hanya bisa diwujudkan jika keadilan sosial dan kemakmuran telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita," kata Presiden.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)