PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) menghadirkan Tirzepatide, terapi baru untuk penyakit metabolik di Indonesia. Dilatarbelakangi meningkatnya jumlah penderita diabetes dan obesitas di Indonesia, Tirzepatide berfungsi sebagai pilihan terapi bagi pasien diabetes melitus tipe 2 dan obesitas yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM.
PT Anugerah Pharmindo Lestari atau APL meluncurkan Tirzepatide sebagai terapi baru untuk diabetes melitus tipe 2 dan obesitas. Meningkatnya jumlah penderita diabetes dan obesitas di Indonesia mendorong kebutuhan akan terapi yang efektif.
Melalui peluncuran Tirzepatide, APL berupaya memperluas akses pasien terhadap inovasi terapi yang selama ini sudah digunakan di berbagai negara. Peluncuran ini dilakukan di Jakarta pada Sabtu, 4 Juli 2026 lalu. Menurut APL, kehadiran Tirzepatide tidak hanya berfokus pada penyediaan obat. APL juga akan memastikan distribusi melalui rantai pasokan berjalan dengan baik, mendukung pelatihan tenaga kesehatan, serta menjamin pasien dapat mengakses terapi sesuai rekomendasi dokter.
"(Di Indonesia) ada banyak sekali penderita diabetes tipe dua dan juga obesitas. Kedua penyakit ini adalah induk dari segala penyakit si APL, di mana kami sudah di Indonesia lebih dari 40 tahun. Kami ingin memberikan layanan kesehatan yang lebih baik, dan membuatnya lebih mudah diakses. Karena itu kami menghadirkan inovasi terbaru,' kata Presiden Direktur APL Christophe Piganiol, dikutip dari tayangan Metro Siang, Metro TV, Selasa, 8 Juli 2026.
Tirzepatide telah mendapatkan izin edar setelah melalui evaluasi ilmiah dan penilaian oleh Komite Evaluasi Obat Nasional yang merupakan tim independen dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (
BPOM), yang menegaskan obat ini bukan obat bebas dan hanya dapat digunakan dalam pengawasan dokter serta akan terus diawasi melalui sistem farmakovigilans untuk memantau keamanan penggunanya.
"Tirzepatide akhirnya Badan POM memberikan persetujuan untuk didistribusikan di Indonesia berdasarkan dua hal prinsip yang menjadi landasan kami. Landasan pertamanya adalah bahwa produk ini reliance dengan European Medical Agency. Nah yang kedua, alasannya tentu saintifik. Alasan saintifik ini kita menggunakan skrining dengan melibatkan yang namanya Komite Evaluasi Obat Nasional." ucap Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar.
Sementara itu, Himpunan Studi Obesitas Indonesia menegaskan bahwa obesitas merupakan penyakit kronis yang harus ditangani secara serius. Tirzepatide memiliki mekanisme kerja ganda melalui hormon GLP-1 dan GIP yang membantu mengendalikan kadar gula darah sekaligus menurunkan berat badan. Meskipun demikian, terapi tetap harus dilakukan di bawah pengawasan dokter dan disertai dengan perubahan gaya hidup sehat.
"Obesitas itu adalah penyakit. Jangan dipandang sebagai cuma soal body shaming yang kita bikin malu dan sebagainya. Tapi ternyata obesitas itu kalau nggak ditangani itu komplikasi yang bakal terjadi itu cepat atau lambat bakal ada. Orang Indonesia itu hampir semuanya punya gen diabetes. Tidak ada orang Indonesia yang tidak mengandung gen diabetes. Nah supaya dia nggak kena diabetes, maka gen diabetesnya mesti ditutup. Salah satunya, menutup gen diabetesnya adalah dengan menurunkan berat badan supaya tidak obes." ungkap Ketua Himpunan Studi Obesitas Indonesia, Prof. dr. Dante Saksono.
APL berkomitmen untuk membuat layanan kesehatan menjadi lebih mudah diakses bagi pasien di Indonesia melalui National Distribution Center APL yang berlokasi di Cikarang. APL memastikan distribusi
obat dengan standar kualitas dan keamanan dari hulu hingga diterima oleh pasien.