Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat berbagai persiapan dan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Berbagai aspek menjadi fokus untuk memastikan jemaah dapat menjalankan rangkaian puncak ibadah dengan aman dan juga nyaman.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan seluruh jemaah haji reguler Indonesia yang sebelumnya berada di Madinah kini telah tiba di Kota Mekah. Kondisi ini menandai dimulainya penguatan layanan secara penuh menuju fase Armuzna. Bersama
PPIH, pemerintah terus mematangkan persiapan puncak haji, mulai dari finalisasi data manifes jemaah, pemetaan pergerakan jemaah, kesiapan bus, tenda, hingga distribusi konsumsi. Layanan kesehatan dan sistem perlindungan juga menjadi perhatian khusus, terutama bagi jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Para petugas akan difokuskan untuk mendukung layanan pada fase Armuzna, mulai dari layanan transportasi, akomodasi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, layanan konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, hingga penguatan pembinaan ibadah.” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Suci Annisa, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Minggu, 17 Mei 2026.
Di sisi lain, jemaah diimbau untuk menghemat tenaga, menjaga kondisi tubuh, memperbanyak istirahat, serta mengurangi aktivitas di luar hotel agar stamina tetap terjaga menjelang
Armuzna.