Jakarta: Kabar duka menyelimuti dunia musik independen Tanah Air pada awal pekan ini. Vokalis karismatik dari band punk Romi & The Jahats, Romi Jahat, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa, 10 Februari 2026.
Kepergian sosok musisi yang dikenal dengan gaya nyentriknya ini mengejutkan banyak pihak, terutama para penggemar musik punk di Indonesia. Informasi mengenai wafatnya Romi mulai beredar luas melalui pesan berantai dan unggahan duka cita di berbagai platform media sosial sejak Selasa malam.
Ikon musik jalanan
Romi Jahat dikenal sebagai salah satu figur penting yang konsisten menghidupkan semangat musik punk jalanan di Indonesia. Bersama bandnya, Romi & The Jahats, ia melahirkan banyak karya yang menyuarakan kegelisahan sosial dan potret kehidupan kaum pinggiran.
Lagu-lagu ciptaannya memiliki lirik yang lugas, jujur, dan sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat kelas bawah. Konsistensi Romi dalam berkarya membuatnya dihormati sebagai salah satu legenda di kancah musik underground nusantara hingga akhir hayatnya.
Respons rekan musisi
Sejumlah rekan sesama musisi turut menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang vokalis yang mendadak ini. Mereka mengenang Romi sebagai pribadi yang hangat, rendah hati, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap jalur musik yang dipilihnya selama ini.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai komunitas punk dan kolektif musik di berbagai daerah di Indonesia. Para penggemar mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan karya-karyanya tetap abadi sebagai warisan musik nasional. (Daffa Yazid Fadhlan)