18 August 2026 17:48
Pemerintah menetapkan pagu anggaran subsidi listrik dalam RAPBN 2027 senilai Rp130,1 triliun. Naik sekitar 17,8 persen dari outlook APBN 2026 yang dipatok Rp110,4 triliun.
Dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2027 yang baru dilansir pemerintah pada Senin, 17 Agustus 2026, dijelaskan meningkatnya anggaran subsidi listrik dipengaruhi peningkatan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) tenaga listrik dan peningkatan volume listrik bersubsidi.
Kenaikan BPP diklaim terjadi gara-gara perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, perubahan harga Indonesia Crude Price (ICP) akibat konflik geopolitik, dan peningkatan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).