26 February 2026 17:58
?Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, mengajak masyarakat meneladani kearifan lokal dari Kabupaten Bengkulu Selatan, yakni Sekundang Setungguan, Seiyo Sekato. Falsafah ini dinilai sangat relevan sebagai landasan untuk menghadapi tantangan berbangsa dan meredam konflik akibat perbedaan pendapat.
Secara harfiah, sekundang berarti bersahabat baik dalam ikatan kekeluargaan, sedangkan setungguan bermakna saling membantu dan berkolaborasi. Sementara itu, seiyo sekato menekankan pentingnya permufakatan dan kesamaan visi dalam mencapai tujuan bersama.
"Saat ini begitu banyak beban yang kita pikul bersama sebagai bangsa dan masyarakat. Kalau tidak ada kebersamaan dan kerja sama, maka tidak akan bisa terpikulkan dengan baik. Kita menjinjing bersama-sama menjadi ringan, memikul berat yang sama menjadi juga ringan," ungkap Din Syamsuddin.
Kearifan lokal Bengkulu ini juga sejalan dengan ajaran Islam, khususnya perintah ta'awun atau tolong-menolong dalam kebaikan. Semangat gotong royong ini dinilai sebagai kunci utama dalam menerapkan manajemen gagasan saat terjadi perbedaan pendapat di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia mengingatkan agar setiap perbedaan dikelola dengan kepala dingin, saling menghormati, dan ditengahi oleh sosok pemimpin yang bijaksana. Din Syamsuddin turut berharap falsafah Sekundang Setungguan, Seiyo Sekato dapat diadopsi menjadi kearifan nasional demi memperkokoh persatuan Bangsa Indonesia.