Cicilan KPR Terasa Berat? Begini Cara Menjaga Cash Flow Tetap Sehat-Edukasi Ekonomi

Ade Hapsari Lestarini • 29 July 2026 10:59

Jakarta: Kenaikan harga kebutuhan pokok yang belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan pendapatan membuat banyak masyarakat harus lebih cermat mengelola keuangan. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi mereka yang masih memiliki kewajiban membayar cicilan rumah atau Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Mengelola arus kas atau cash flow menjadi salah satu langkah penting agar kondisi keuangan tetap sehat dan berbagai kewajiban finansial dapat dipenuhi tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.
 

 

Cara Menjaga Cash Flow Tetap Sehat

1. Kenali Tanda Cash Flow Mulai Bermasalah

Salah satu indikator paling mudah untuk menilai kesehatan keuangan adalah dengan mengecek cash flow setiap bulan. Apabila total pengeluaran sudah melebihi pemasukan hingga harus menggunakan dana darurat atau bahkan menambah utang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa keuangan perlu segera dievaluasi. Idealnya, setelah seluruh kebutuhan rutin terpenuhi, masih terdapat sisa pendapatan yang dapat dialokasikan untuk menabung maupun berinvestasi sebagai persiapan menghadapi kebutuhan di masa mendatang.

2. Batasi Total Cicilan Maksimal 30 Persen Pendapatan

Bagi masyarakat yang memiliki cicilan, terutama KPR, menjaga proporsi utang menjadi hal yang tidak kalah penting. Secara umum, total kewajiban cicilan, baik KPR, kendaraan, maupun kartu kredit, sebaiknya tidak melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan. Batas tersebut dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan antara kewajiban finansial dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

Jika total cicilan sudah melampaui batas tersebut, langkah yang dapat dilakukan adalah mengevaluasi pengeluaran, mengurangi belanja yang tidak bersifat prioritas, serta menghindari kebiasaan menutup utang lama dengan utang baru karena dapat memperburuk kondisi keuangan.

3. Pertimbangkan Take Over KPR Bila Diperlukan

Apabila cicilan KPR mulai terasa membebani, salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan adalah melakukan take over KPR ke bank lain yang menawarkan bunga lebih kompetitif atau skema cicilan yang lebih sesuai dengan kemampuan finansial. Meski demikian, keputusan tersebut perlu diperhitungkan secara matang. Selain membandingkan suku bunga, calon debitur juga perlu memperhitungkan biaya administrasi, biaya provisi, hingga biaya notaris agar tidak justru menambah beban keuangan.

4. Terapkan Pola Pengelolaan Keuangan yang Seimbang

Agar kondisi keuangan tetap terkendali, masyarakat dapat menerapkan pembagian anggaran sederhana dengan metode 50:30:20. Dalam metode ini, sekitar 50 persen pendapatan dialokasikan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk kebutuhan sekunder atau keinginan, serta 20 persen untuk tabungan dan investasi.

Selain itu, penting pula memiliki dana darurat sebagai bantalan keuangan. Besarnya dana darurat yang disarankan berkisar tiga hingga enam kali pengeluaran bulanan bagi individu, sedangkan bagi yang telah berkeluarga idealnya mencapai enam hingga 12 kali pengeluaran bulanan. Dengan adanya dana darurat, kondisi keuangan akan lebih siap menghadapi risiko yang tidak terduga, seperti kehilangan pekerjaan, kondisi kesehatan, maupun kebutuhan mendesak lainnya.
 

Nah, memiliki rumah memang menjadi salah satu tujuan keuangan banyak orang. Namun, menjaga kesehatan finansial juga tidak kalah penting. Dengan mengelola cash flow secara disiplin, membatasi beban cicilan, serta menyusun anggaran secara bijak, masyarakat dapat memenuhi kewajiban finansial tanpa mengorbankan stabilitas keuangan di masa depan.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X