11 August 2026 01:00
Baru-baru ini sorotan publik tertuju pada kasus seorang pasien BPJS yang mengeluh harus menunggu hingga 8 jam untuk mendapatkan ruang perawatan. Bukan hanya soal lamanya pelayanan, kasus ini kemudian menjadi polemik setelah sejumlah tenaga kesehatan diduga memberikan komentar nirempati terhadap keluhan pasien tersebut.
Kata-kata ini justru datang dari mereka yang sehari-hari berhadapan dengan pasien. Komentar sinis bermunculan. Satu pekan setelah unggahan itu viral, pasien dinyatakan meninggal dunia. Kini tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkomentar nirempati telah teridentifikasi dan investigasi terus berjalan.
Namun persoalan ini tidak cukup hanya berhenti pada siapa yang salah. Ada etika profesi yang harus ditegakkan, hak pasien yang harus dilindungi, tapi juga ada tekanan beban kerja hingga burn out tenaga kesehatan yang perlu dibongkar akar masalahnya.
Apa yang sebenarnya terjadi di balik hilangnya empati terhadap pasien?