Menjelang pelaksanaan Kongres II pada 21 hingga 22 Juli 2026 di Jakarta, Garda Pemuda NasDem tengah menyiapkan arah baru pergerakan organisasi.
Memasuki usia ke-15 tahun, organisasi sayap kepemudaan Partai NasDem tersebut bertransformasi menjadi ruang kolaborasi yang lebih terbuka bagi generasi muda lintas profesi untuk berkarya dan mengabdi kepada bangsa.
Transformasi ini didasari oleh kesadaran bahwa politik bukan lagi satu-satunya ruang pengabdian. Dunia usaha, teknologi, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga olahraga kini menjadi bagian dari kekuatan pendorong kemajuan negara.
Semangat adaptif inilah yang menjadi pijakan utama menjelang kongres yang mengusung tema Pemuda Mandiri, Bangsa Berdaulat.
Ketua Umum Garda Pemuda NasDem, Prananda Surya Paloh, menyatakan bahwa aspirasi yang dihimpun dari berbagai daerah menunjukkan satu harapan yang sama. Generasi muda ingin tetap berkontribusi bagi negara, namun dengan pendekatan yang lebih kreatif dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Mereka tetap ingin berkontribusi, tetapi dengan cara yang
out of the box atau melalui
soft approach. Tidak melulu soal kaderisasi indoktrinasi langsung dari partai, ujar Prananda dikutip dari
Primetime News, Metro TV, Selasa 21 Juli 2026.
Ia menambahkan, Garda Pemuda NasDem kini diarahkan menjadi rumah besar bagi anak-anak muda Indonesia untuk berkumpul dan memberikan kontribusi sesuai dengan keunggulan profesinya masing-masing.
Perluas Jangkauan dan Pendekatan Kultural Selain merumuskan arah baru, Garda Pemuda NasDem juga mengevaluasi efektivitas program unggulan dan penguatan kepengurusan dari tingkat pusat hingga daerah.
Meski kepengurusan saat ini masih didominasi wilayah Pulau Jawa dan Sumatra, organisasi terus memperluas jangkauannya. Bahkan, Provinsi Papua Pegunungan kini telah memiliki kepengurusan yang aktif.
Untuk memikat kaum pemilih pemula dan generasi di bawah usia 40 tahun, Garda Pemuda NasDem menggencarkan pendekatan yang lebih membumi. Beberapa kegiatan yang dekat dengan keseharian anak muda telah sukses digelar, seperti turnamen padel, kampanye literasi digital, hingga acara
fun walk. Melalui Kongres Kedua ini, Garda Pemuda NasDem diharapkan dapat menegaskan posisinya sebagai wadah yang inklusif. Mereka ingin membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa dapat dimulai dari inovasi dan karya nyata di berbagai bidang profesi.