Luhur Hertanto • 24 August 2022 18:21
Sepekan terakhir beberapa oknum polisi ditangkap akibat terlibat dalam kasus narkoba. Polisi yang seharusnya mencegah terjadinya tindak pidana narkoba, malah menjadi pelakunya.
Apakah fenomena ini indikasi lemahnya pengawasan internal? Atau sanksi hukuman masih tergolong ringan sehingga efek jera tidak terjadi?
Menurut pakar hukum pidana dan aktivis Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat), Asep Iwan Iriawan, kasus oknum polisi menjadi pengguna dan penjual narkoba sudah terjadi sejak lama. Semua kapolri juga telah melakukan berbagai tindakan tegas, namun toh kasusnya selalu kembali terjadi.
"Sebab yang mereka (oknum polisi) pikirkan cuma duit, Bagaimana caranya menjual barang bukti kasus narkoba," ujarnya.
Tidak ada cara selain menjatuhkan sanksi tegas dan berat kepada oknum polisi yang telah menderai tugas pokoknya. Kebijakan di internal Polri, Kejaksaan dan lembaga penegakan hukum tersebut harus berlaku sama untuk semua oknum, termasuk para perwira atau pejabat tingginya
"Sebab kalau tidak disikat, mereka akan main duit lagi," sambung Asep.