22 August 2022 19:17
Hasil penelitian tim forensik RSCM memastikan Brigadir J tewas karena luka senjata api. Dimana tembakan paling mematikan ada di bagian kepala dan dada. Luka tembak mematikan tersebut diduga yang dilakukan oleh Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E. Tim forensik juga menyimpulkan putusnya jari Brigadir J karena tersambar peluru.
Kompolnas juga sebagai pengawas eksternal akan terus mengawal dan mengawasi kasus pembunuhan Brigadir J hingga ke pengadilan nanti.
"Kompolnas akan terus mendorong dan mengawasi keterangan tim forensik, dr. Ade Firmansyah ke penyidik. Diharapkan ketika sudah naik ke pengadilan, tidak muncul cerita lain karena fokus pada hasil autopsi ulang Brigadir J", jelas anggota Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto.